Sebagian orang (mungkin termasuk Anda) mengkonsumsi air mineral kemasan setiap hari. Alasannya beragam, diantaranya karena praktis tidak perlu memasak dulu. Sudah bukan rahasia lagi jika di dalam air yang kita minum sehari-hari mengandung zat Flourida. Zat flourida sendiri juga dipakai pada produk pasta gigi.
Menurut Iman Firmansyah, Tim Peneliti Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), di Indonesia, kandungan fluoride pada pasta gigi anak ternyata cukup besar, yaitu antara 800-1500 ppm. Padahal di beberapa negara, batas maksimal kandungan fluoride mulai dikurangi. Contohnya, di negara Eropa, Australia, dan New Zealand kandungan fluoride berkisar 250-500 ppm.
Lalu benarkah flourida dalam air kemasan dan pasta gigi berbahaya bagi tubuh?
Berikut fakta bahaya yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi zat flourida dikutip dari merdeka.com :
- Akumulasi dalam tubuh
Zat flourida yang masuk dalam tubuh bisa terakumulasi, terutama pada tulang dan kelenjar. Kadar flourida yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan fungsi organ tubuh. - Flourida pada bayi
Salah satu sumber fluoride yang tidak diduga adalah susu formula bayi. Selain itu, karena bayi masih harus banyak mendapat nutrisi melalui cairan, mereka juga rentan mengonsumsi fluoride secara tidak sengaja. Fluoride pada bayi pun jelas mengganggu perkembangan tubuh mereka. - Flourida dan kesehatan organ reproduksi
Pada percobaan yang melibatkan binatang, dosis fluoride yang tinggi membuat sistem reproduksi binatang tersebut jadi rusak. Sperma mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Hal serupa juga diduga bisa terjadi pada manusia. - Kerusakan otak
Fluoride yang masuk ke dalam tubuh ternyata juga berbahaya bagi otak. Bahkan akumulasi fluoride dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit Alzheimer. - Menyebabkan penurunan IQ
Selain meningkatkan risiko Alzheimer, fluoride pun membuat IQ seseorang lebih rendah jika masuk ke dalam tubuh. Secara tidak sadar, konsumsi air yang mengandung fluoride membuat fungsi otak menurun dan tidak maksimal. - Pubertas dini
Beberapa penelitian mengaitkan hubungan antara fluoride dan produksi kelenjar pineal dalam jumlah tinggi. Akibatnya, gadis remaja mengalami pubertas dini atau menstruasi lima bulan lebih cepat dari mereka yang tidak terkena akumulasi fluoride. - Megganggu fungsi Tiroid
Selain kelenjar pineal, fungsi tiroid bisa ikut terganggu akibat akumulasi fluoride. Beberapa dampaknya adalah depresi, lemas, peningkatan berat badan, nyeri sendi, kolesterol tinggi, sampai penyakit jantung. - Merusak tulang
Meski disebut-sebut mampu menguatkan gigi, ternyata kelebihan kadar fluoride dalam tubuh malah bisa memicu kerusakan tulang. Bahkan bagi para lansia, fluoride mampu meningkatkan risiko patah tulang. Hasil penelitian Departemen Kesehatan Belgia menyimpulkan bahwa penggunaan fluoride secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan sistem syaraf. Ini mendorong pemerintah Belgia melarang beredarnya segala jenis tablet dan permen yang mengandung fluoride. Pemerintah Belgia juga sedang mempresentasikan hasil penelitiannya di depan anggota Uni Eropa untuk memperoleh kesepakatan bersama pelarangan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Kita sering disajikan iklan-iklan yang menyebut bahwa air mineral kemasan baik bagi tubuh, tapi sepertinya kita harus bisa mencari tahu kebenarannya. Sayangi tubuh kita, sayangi keluarga kita

Sumbernya dari mana ya? Kalo perlu coba dong share jurnal resminya. Oh iya, jurnal itu berupa karya ilmiah yang dikeluarkab resmi dari lembaga penelitian ya, bukan copas dari wikipedia, blog abal abal atau facebook.
ReplyDeleteDitunggu ya sumber jurnalnya. Kalo bisa lebih dari 5.
Tanggung jawab ya dalam menyebarkan informasi. Makasih. :)